Jangan Sepelekan Buruh

BERBEDA  dengan era ketika rezim Orde Baru berkuasa, keberadaan organisasi buruh di era reformasi seperti sekarang ini  sangat jauh dari kontrol pemerintah.  Jika di era Orde Baru segala kekuatan  yang ada di tengah masyarakat terkooptasi di bawah penguasa  sejalan dengan begitu kuatnya  hegemoni negara, di era sekarang nyaris semua kekuatan masyarakat bebas sebebas-bebasnya  bersamaan dengan semakin melemahnya hegemoni negara.
Jika dulu semua organisasi buruh  — ketika itu  disebut pekerja —  berada di bawah satu komando, yaitu Serikat Pekerja Seluruh Indonesia , dan karenanya mudah dikendalikan, sekarang tidaklah demikian. Karena itulah, ada baiknya penguasa sekarang  diingatkan,  jangan sekali-kali meremehkan organisasi dan gerakan para pekerja itu.
Peringatan ini,  perlu dikemukakan terkait ancaman mogok nasional  buruh (28/10 – 1/ 11- 2013). Bagaimana memprediksinya, bagaimana meresponnya, itulah masalah utamanya.
Terkait keberagaman organisasi buruh sekarang ini, ada pendapat yang menyebut, bahwa beragamnya organisasi buruh tentu  membawa implikasi beragamnya aspirasi para pekerja itu. Kendati  tidak  mudah dikontrol atau dikendalikan, tetapi karena aspirasi mereka beragam, tentu menghadapinya pun tidaklah terlalu sulit. 
Seolah menggunakan teori perang, pendapat ini berasumsi, bahwa lawan yang terpecah-pecah tentu akan lebih mudah menghadapinya. Pertanyaannya adalah, apakah memang aspirasi buruh dewasa ini berbeda-beda antara satu organisasi dengan organisasi lainnya?
Kesalahan mendiagnosis tentu berbuah kesalahan dalam memberikan therapi. Ini perlu diingatkan, karena nampaknya, pemerintah tidak memberikan respon yang memadai terkait rencana mogok nasional para buruh ini. Kalau pun ada, respon yang diberikan cenderung tidak nyambung dengan tuntutan para buruh. Bahkan terkesan  berperilaku seperti di zaman rezim Orde Baru, di mana tak sedikit pejabat yang memberi respon seperti seorang penguasa yang kata-kata bahkan ancamannya akan ditakuti rakyat.
Mengantisipasi rencana mogok nasional buruh, Menko Polhukam Djoko Suyanto, pekan lalu (25/10) menyatakan, pemerintah memberi perhatian kepada;  pergerakan buruh ke tempat-tempat lain; mogok menjadi aksi unjuk rasa disertai tindakan anarkis;  pemaksaan kepada orang lain; dan perusakan fasilitas umum.  Aparat keamanan, kata Menko,  akan melakukan antisipasi apabila aksi para buruh akan menjadi anarkis. Artinya, Menko bicara soal ekses mogok nasional, bukan akar masalah penyebab mogok untuk kemudian dicegah.
Sebelumnya, tiga menteri masing-masing Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perindutrian MS Hidayat, dan Menakertrans Muhaimin Iskandar,  bicara soal Inpres No.23 tahun 2013, yang mengatur penetapan UMP. Artinya, bukan besaran UMP (tuntutan buruh naik 50 %) yang menjadi pokok bahasan, tapi prosedur kenaikan UMP  yang diatur melalui Inpres, walau jelas-jelas pengadaan Inpres ini bertentangan dengan UU No.13 Tahun 2003.
Kaum buruh sendiri, mendesakkan tiga tuntutan utama yakni upah seusai kebutuhan hidup layak (naik 50 % dari UMP 2013) , jaminan kesehatan  nasional yang  harus dilakukan serentak per Januari 2014, dan dihapuskannya sistem kerja alih daya di BUMN. Sejauh pemantauan kita, sebenarnya walau organisasi buruh kini beragam, tapi ternyata aspirasi mereka sama. Penyebabnya, tak lain karena tuntutannya  sangat mendasar, yaitu kelayakan hidup buruh, yang nota bene adalah tuntutan kesejahteraan hidup seluruh rakyat yang nota bene sangat jauh dari janji-janji konstitusi. Jangan sepelekan organisasi buruh dan tuntutan mereka. Bisa berakibat fatal. Silakan telaah sendiri. (***/dimuat di Harian Terbit, 29-10-2013)
 

Posted on October 31, 2013, in Blog. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: