DPR Jangan Terpengaruh Pansel Anggota KIP

HARI ini, 25 Juni 2013, Komisi I DPR RI mulai melakukan uji kelayakan (fit and proper test) terhadap 21 nama calon  anggota Komisi Informasi Pusat (KIP) jilid 2  atau periode 2013 – 2017. Ke-21 calon ini merupakan hasil seleksi yang telah dilakukan Panitia Seleksi bentukan pemerintah yang  bekerja sejak  Maret lalu. Terlepas dari masih adanya kecurigaan, bahkan ketidakpuasan dari sementara pihak  terhadap kinerja Pansel , harus disadari  ke 21 nama-nama inilah yang memang harus  ”digodok” Komisi I DPR, dipilah dan dipilih,  untuk kemudian diklasifikasi berdasarkan nomor urut 1 sampai nomor  urut 21. Berdasarkan pengalaman empat tahun lalu, uji kelayakan terhadap calon anggota KIP jilid I (2009-2013), urutan nomor  21 calon didasarkan pada skoring masing-masing calon yang diberikan setiap anggota DPR yang ikut melakukan uji kelayakan.

Tidak banyak yang menyadari, bahwa penentuan nomor urut 1 s/d 21 berdasarkan skoring yang diberikan anggota dewan, tentu saja mengandung plus dan minus dipandang dari sisi tertentu. Plusnya, penilaian terhadap setiap calon lebih mendekati kebenaran sesuai kapasitas dan kemampuan calon, lobi politik yang mungkin dilakukan masing-masing calon ke fraksi-fraksi DPR  tentu tidak gampang mempengaruhi setiap anggota dewan yang ikut memilih. Kalau pun ada calon yang harus melakukan lobi politik — sesuatu yang wajar terjadi — tentu harus bergerilya memperkenalkan diri dan meyakinkan sebanyak mungkin anggota dewan sebelum uji kelayakan dilaksanakan, dan ini tidak mudah dilakukan.

Minusnya, penentuan nomor urut berdasarkan skoring bisa mengabaikan faktor latar belakang atau kompetensi calon. Mereka yang terpilih — katakanlah urutan dari 1 sampai 7 yang harus duduk di Komisi Informasi Pusat — bisa saja terdiri dari latar belakang kompetensi  yang sama sekali kurang bervariasi atau bahkan monoton, memiliki kompetensi yang hampir sama semua.  Keadaan inilah yang barangkali dapat menjelaskan, kenapa dari 7 Komisioner  KIP periode lalu tak satu pun berlatar belakang kompetensi atau pendidikan hukum.

Salahkah penentuan nomor urut berdasarkan skoring sebagaimana dilakukan Komisi I pada periode lalu? Jelas tidak.

Pandangan kita, penentuan berdasarkan skoring inilah yang paling tepat. Sebab, yang harus diingat dan memang harus dijalankan adalah apa yang digariskan undang-undang. Dalam kaitan ini,  tak  ada peraturan atau ketentuan hukum yang mengharuskan calon anggota Komisi Informasi  didasarkan pada latar belakang kompetensi bidang ilmu tertentu.  Pasal 25  (ayat 1) UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik    tegas mensyaratkan bahwa,  anggota Komisi Informasi Pusat berjumlah 7 (tujuh) orang yang mencerminkan unsur pemerintah dan unsur masyarakat. Titik. Tak ada embel-embel lain, apakah misalnya unsur pemerintah harus  5 orang dan  unsur masyarakat 2 orang, atau sebaliknya, tidak diatur.

Karena itulah, kita melihat daftar nama-nama 21 calon yang dikirimkan pemerintah ke DPR yang disertai penyebutan kompetensi calon —  8 berlatar kompetensi hukum, 6  kompetensi komunikasi dan 7 kompetensi manajemen dan tata kelola — menjadi sangat tidak relevan. Bahkan cenderung mengada-ada, sebagai kreasi yang ingin melampauai kehendak undang-undang. Kita harapkan, Komisi I DPR tidak sampai terpengaruh oleh cara atau pola pandang  Pansel ini. Ke depan, orang yang duduk di Komisi Informasi adalah figur yang memiliki integritas, kemampuan intelektual, mau bekerja keras, dan terus menerus  secara kolegial berusaha meng-eksplore wacana keterbukaan informasi yang di Indonesia masih baru sekali. Tidak harus selalu berlatar pendidikan/ kompetensi hukum, misalnya, karena gelar sarjana hukum bukanlah jaminan, dan karena  pembuat undang-undang tentu lebih tahu dari Pansel yang bisa saja bias kepentingan. Wallaualam bissawab. (rama)

//

Posted on June 25, 2013, in Tajuk. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: